Jemput Siswa LPMAK di Bandara Samrat

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Mengenal Asrama (SMA) Lokon Resort

Asrama ke 4 adalah asrama yang berada di Lokn Resort yang tidak menyatu dengan Kampus Losnito.

Mencicipi Daging Bakar Ala Papua

Daging bakar ini mirip Bakar Batu, tradisi Papua untuk sambut warga baru yang masuk dalam komunitas perantau asal Papua.

Jelajah Desa Taratara, Woloan, Kayawu

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Video Siswa Matrikulasi di Taratara

Pengenalan Wilayah, program rutin bagi siswa-siswi Matrikulasi dari LPMAK.Kalai ini desa Wailan, Kayawu, Tara-tara dan Woloan yang dikunjungi.

Tampilkan postingan dengan label smalokon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smalokon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

If You Don't Change, You Died


TOMOHON, Losnito - Siang itu, langit di sekitar Gunung Lokon cerah dan terasa menghangat di badan. Sesudah makan siang, tiga bus biru meluncur ke Kalasey, Manado. Dua bus membawa para siswa SMA Lokon dan satu bus membawa khusus untuk siswa SMP.

Dengan masih menggunakan seragam OSIS, 72 siswa SMA dan 26 siswa SMP Lokon beserta beberapa guru dan pembina asrama, menuju ke Manado untuk mengikuti pertemuan dengan Badan Pengurus LPMAK yang datang untuk mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap para penerima beasiswa LPMAK.

“Maksud dan tujuan Monitoring BP LPMAK terhadap para penerima beasiswa LPMAK baik yang berada di Jawa, Manado dan Papua (Papua Barat), yaitu, ingin mengetahui keberadaan para penerima beasiswa yang dikirim oleh Sekretaris Eksekutif. Setiap tahun sesuai dengan rencana kerja BP LMPAK diadakan monitoring dan evaluasi baik secara dekat maupun jauh. Hari ini dilaksanakan secara dekat untuk mengecek apakah benar siswa yang dikirim ke kota studi itu benar adanya dan benar jumlahnya dan apa yang dirasakan oleh para penerima beasiswa dalam proses kegiatan belajar dan mengajar” kata Bp. Emanuel Kemong membuka acara itu di aula Resto Banda Kalasey, Manado Senin 23 September 2013 pukul 16.00 wita.

Pak Titus Kemong, menyampaikan di depan pengurus dan penerima bea siswa bahwa sampai sekarang ini di kota studi manado tercatat, “13 mahasiswa Unima (calon-calon guru), 22 mahasiswa UNSRAT, 20 mahasiswa Unklab, 40 mahasiswa Unika De Lasalle, 72 siswa SMA Lokon, 26 siswaSMP Lokon, 34 siswa SMA Advent Tompaso dan peserta umum 12 mashasiswa”. Kalau dijumlah semuanya menjadi 329 siswa. Dan sebentar lagi ada tambahan 14 siswa yang masuk SMP Lokon.

Dari jumlah itu, pengiriman siswa SMP baru terjadi pada tahun ini. Ke depan program SMP ini akan terus berlanjut hingga suatu saat tidak perlu lagi mengirim siswa tingkat SMA lagi dengan alasan sudah ada siswa yang lulus dari SMP.



Badan Pengurus LPMAK yaang hadir dalam pertemuan itu adalah Bp. Yohanes, Bp. Ferry Robot, Bp. Emanuel Kemong, Bp. Titus Kemong, Bp. Abraham Timang, dan Bp. Yohanes Lesubun, Sekretaris Bapeda Serta MC Fabian Magal.

Bapak UYohanes Lesubun (52 th), menyelesaikan SMP di Kokonao, lalu sekolah SPG di Jayapura, dengan bea siswa Keuskupan melanjutkan diploma musik di Yogyakarta. Setelah lulus diploma, lalu tugas di Wamena untuk mendampingi masyarakat dan menjadi guru. Sambil mengajar, beliau menjadi mahasiswa Universitas Terbuka hingga 1996 di wisuda di Jakarta. Setelah wisiuda lalu menjadi kepala sub pendidikan dasar di P dan K. Setelah 30 tahun di Wamena kemudian minta pindah ke Mimika ke kampung halaman. Sambil bekerja, beliau mengikuti pendidikan S2 di Universitas Cendrawasih, Jayapura untuk meraih gelar Magister Managemen Pendidikan. Dan lulus. 

 Dalam memotivasi para penerima bea siswa, beliau mengatakan bahwa (1)    If you don’t change, you die. Apabila anda tidak berubah, anda sudah mati. Berubah bagian dari kehidupan, tak ada kemajuan tanpa perubahan.


(2)    Orang yang berhenti belajar, dia pemilik masa lalu. Orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan. Tak ada pintu lain selain belajar. Waktu tidak berubah nasib, yang merubah nasib adalah diri kita sendiri.



Ingat, para siswa mempunyai tanggung jawab berat untuk membangun daerah sendiri dengan cara menjadi siswa-siswa yang produktif. Dari laporan dari berbagai kota studi, tak sedikit para siswa yang prioritasnya bias atau berimbasnya prioritas diri ke mana-mana karena pengaruh pergaulan. Ini dipengaruhi oleh lingkungan dan teman pergaulannya.

Lingkungan dan teman itu seperti cermin. Lihatlah wajahmu dalam cermin itu. Sebaik-baiknya wajahmu, seganteng apapun atau secantik apapun, kalau kau bercermin pada cermin yang rusak maka jadinya bengkok-bengkok. Kau bisa rusak karena lingkungan dan pergaulan. Jika anda gagal krena rusak diri dalam belajar maka betapa mahalnya untuk memperbaiki. Berapa juta rupiah yang terbuang percuma karena ada siswa yang gagal dalam menyelesaikan pendidikan.

Trilyunan rupiah sudah dikeluarkan untuk pendidikan setiap tahun. Dan habis dalam waktu ima jam per hari dari jam 7 hingga jam 12. Lalu, 9 jam sisa menjadi ancaman bagi orang Papua. Kami kalah bukan karena akademi tetapi kami kalah karena sistem. Generasi baru kita amankan selama 24 jam per hari dengan ada yang bertanggungjawab dan dan mendampingi. Dan itulah yang dilakukan oleh LPMAK.

Nasehat lain yang perlu diingat oleh dalam belajar, para penerima bea siswa harus jalan terus sampai waktu habis dengan jelas. Kalau lima tahun ya diselesaikan dengan lima tahun jangan diperpanjang. Kalau bisa akselarasi, ya akselerasi untuk mempercepat waktu studi.  Iangat, kita sudah capek ketinggalan dengan yang lain maka selesaikan masa bekajar anda tepat pada waktunya karena persaingan kerja bukan hanya dari Papua tetapi seluruh Indonesia.

Setelah tanya jawab, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan setelah selesai lalu pulang.

Jumat, 02 Agustus 2013

Siswa Matrikulasi Menelusuri Desa-desa



Jumat pagi (1/8), semua siswa SMA Lokon berbaris membentuk formasi huruf U. Pembina Apel pagi ini disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan. Salah satu informasi ditujukan bagi siswa-siswi Matrikulasi.

"Hari ini ada acara pengenalan wilayah buat mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memumpuk rasa memiliki dengan cara berjalan kaki menelusuri jalan mulai dari Kampus lalu menuju ke Wailan, tembus ke Tara-tara dan kemudian menuju ke Woloan dan dari Woloan lalu ke Kakaskasen dan kembali ke kampus Losnito"


Informasi disambut dengan sukacita oleh ke 19 siswa (satu ada yang sakit) Matrikulasi yang datang dari LPMAK Timika dan YPJ Tembagapura. Mereka adalah siswa-siswi penerima bea siswa dari Freeport.





Start dimulai dari depan Lobby. Para siswa di dampingi oleh Pak Eldad Tambun, Pak Stephanus Poluan, Pak Angelo Pontoh, Pak Nouvry Mokuan, Pak Hanny Tuerah, Pak Karel Konjongian dan Pak Tri Nugroho (Pembina Asrama Lokon Resort).

Sebelum mulai melangkahkan kaki menuju ke kampung-kampung terdekat, diadakan foto bersama di muka pintu gerbang. Tulisan SMA Lokon St. Nikolaus menjadi background foto bersama.



Tampak para siswa memanfaatkan untuk foto-foto melalui HP di sepanjang perjalanan. Ketika ada objek foto yang menarik, flash kamera tak hentinya menyala. Kenangan jalan-jalan masuk ke kampung menjadi bukti tersendiri.

"Selamat pagi Pak, Selamat pagi bu. Selamat pagi adek" adalah suara-suara yang meluncur begitu biasa untuk menyapa masyarakat. Sepanjang perjalanan selain keceriaan tanpa lelah, para siswa mencoba mempratekkan semboyan 5 S. Yaitu, Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Satun kepada siapa saja yang dijumpai.

Budaya Lima S ini adalah budaya yang dikembangkan dalam mewujudnyatakan Kurikulum Berbasis Kehidupan.


Langkah kaki para siswa dan pendamping sudah melewati desa Wailan dan kini menuju ke Kayawu. Sejenak mereka berhenti di patung tokoh Lokon. Dengan gayanya yang khas masyarakat Papua, mereka beraksi di depan kamera yang dipegang oleh Pak Tri. Seru. Di sebelah jalan dari patun ini terdapat Gua Jepang. Sayang kami tidak diperbolehkan masuk karena sedang ada pengerjaan renovasi.

Memasuki desa Taratara, kendatangan rombongan kami sempah membuah heboh seluruh SD Negeri. Mereka berlarian keluar "seolah-olah" menyambut kedatangan kami dengan teriakan sukacita. Beberapa siswa tak kalah menanggapi sambutan anak-anak SD dengan tangan "toast" satu sama lain. Keramahan dan keriuhan itu tak luput dari jepretan kamera dan video. Untuk melihat videonya silahkan KLIK DI SINI.


"Hosha-hosha" terdengar suara dari pendamping yang artinya capek nih. Lalu kami istirahat di Gerea St, Padua Tara-tara untuk beberapa menit menghilang capek kami.

"Setelah ini kita jalan ke mana?" tanya Andre, salah siswa yang bertubuh kecil tapi lincah. "Belok kanan lalu ke atas ke desa Woloan" jawab pak Eldad. Setelah itu, Pak Eldad menghubungi driver sekolah supaya makan siang di antar di Pastoran Gereja Bunda Hati Kudus Woloan.

Dari Taratara menuju ke Woloan diwarnai dengan trekking yang menantang. Selepan jembatan kecil, jalan terus menanjak melewati persawahan yang indah. Suasana persawahan yang hijau menghibur hati dari kelelahan yang mulai lagi menggantung di kaki. Tapi para siswa ketika ditanya "capek nggak", selalu jawab "ah tidak Bapa".


Akhirnya kami tiba di pastoran Woloan. Kaki-kaki mulai dilemaskan dengan cara duduk dan kaki diselonjorkan dengan gerakan-gerakan kecil untuk melemaskan otot-otot. Tak lama kemudian makan siang tiba. Dan kami pun menyantapnya dengan lahap.



Setelah makan siang, jalan kaki dilanjutkan menuju ke arah jalan turun yang tembus ke Kayawu dan akhirnya satu bus menjemputnya dan kembali ke asrama Lokon dan asrama Lokon Resort.

Minggu, 28 Juli 2013

Losnito 2013: Jemput Siswa LPMAK di Bandara


Jumat, 26 Juli 2013, pihak Yayasan Pendidikan Lokon yang diwakili oleh Kepsek SMA Lokon, SMP Lokon, Asrama Lokon dan siswa-siswa LPMAK yang sudah lebih dahulu sekolah di SMA Lokon menyambut kedatangan 20 siswa baru Timika untuk SMA Lokon dan 26 siswa Timika untuk SMP Lokon .




Welcome to Kampus LOSNITO, Siswa-siswa LPMAK




TOMOHON, Losnito - Dua bus Pariwisata LIMBERS berkapasitas 29 seats, siang itu (29/7) meluncur dari Kampus Losnito Tomohon menuju ke Bandara Sam Ratulangi. Cuaca yang sedikit berawan tak menghalangi semangat dan kegembiraan kami untuk sambut kedatangan para siswa baru dari Timika. Di belakang bus, ada satu mobil sekolah yang ditumpangi oleh Bp. Max Imbang, Kepala Sekolah SMA Lokon.

"Berapa siswa yang nanti kita jemput?" tanya Yorel, pengemudi bus warna biru itu. "Ada 20 siswa untuk SMA Lokon dan 26 siswa untuk SMP Lokon" jawab Jimmy Pontoan yang menjadi contact person Yayasan Pendidikan Lokon.

Setibanya kami di Bandara Sam Ratulangi, kami masih menunggu informasi kedatangan pesawat Merpati yang membawa mereka dari Timika. Board Information sempat error, tapi samar-samar masih tertera jam kedatangan pesawat berkode MZ ini. Pukul 14.45 wita, menurut jadwalnya mendarat di bandara.



"So mendarat dorang" kata Mom, kakak kelas mereka. "Tapi kok lama mereka keluar ya? Napa itu mereka baru keluar" ujar saya yang siap merekam kedatangan mereka dengan kamera dan video.

Identitas para siswa dan pendamping dari Timika LPMAK, tampak menyolok. Mengenakan kaos merah kombinasi biru, bertuliskan LPMAK, satu pesatu keluar dari ruang kedatangan. Langsung mereka disambut oleh rombongan Losnito, yang terdiri dari Kepsek SMA, Asrama SMA, Asrama SMP, guru-guru dan siswa-siswa LPMAK yang sudah setahun dua tahun belajar di Losnito.

Kegembiraan dan keriuhan mewarnai penyambutan di bandara. Wajah-wajah kelelahan dari para siswa LPMAK yang baru saja mendarat, begitu menyolok. Sambil menarik koper-kopernya masing-masing mereka menuju ke dua bus pariwisata yang sudah stand by sejak tadi.



Setelah semua dipastikan sudah masuk ke dua armada bus, lalu kami pelan-pelan meninggalkan bandara Sam Ratulangi Manado. Sepanjang perjalanan banyak mereka yang bertanya ini sampai mana dan di mana. Pertanyaan itu dijawab oleh Bapak Tri melalui mikrofon yang ada di bus.

"Kalau lurus ke sana ke kota Manado, Tapi kita belok kiri melalui jalan ke Bitung. Di pertigaan ujung jalan Citraland, kita lalu ke kanan. Oh ya sebentar di Citraland ada Patung raksasa Yesus memberkati. Jangan lupa berdoa saat melewati. Silahkan berdoa supaya diberkati untuk berhasil dalam study selama di Kampus Losnito" ujar Pak Tri memberi semangat kepada para siswa yang menumpang satu bus. Entah di bus lain.



Perjalanan menuju ke Tomohon lancar tanpa hambatan kemacetan. Sesuai dengan rencana, semua berhenti di Empung Jaya Restoran di Tinoor untuk makan malam. Kami pesan sebanyak 70 pax paket makanan. Tak urung restoran ini dipenuhi oleh kami. Setelah makanan tersedia, kami kemudian menyantapnya dengan sukacita.

Hari semakin gelap ketika kami meninggalkan Empung Jaya untuk melanjutkan ke Lokon. Dua bus bergerak diikuti oleh mobilnya Kepsek dan mobilnya para pendamping LPMAK.

Setibanya di Kompleks Sekolah Lokon, rombongan dibagi dua. Yang SMA mengadakan serah terima di Guest house, asrama putri. Kepsek Max Imbang menandatangani bersama Ibu Yuliana.


Sementara di asrama SMP Lokon yang berada disebelah, para siswa Timika langsung disambut oleh anak-anak asrama SMP yang telah lama datang lebih dahulu. Suasana ramai dan riuh menghangatkan penyambutan di asrama smp.

"Apakah adik-adik senang menerima teman-teman baru dari Timika?" tanya Jimmy P kepada siswa-siswa yang lama sudah tinggal di asrama. "Senangggggg" jawab serentak mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan singkat. Berita acara, serah terima penyerahan siswa dari LPMAK ke Yayasan Lokon juga dilaksanakan di malam itu.

"Selamat datang para siswa LPMAK ke kampus Losnito. Selamat belajar!"